Cara Mudah Budidaya Ikan Cupang
Budidaya Ikan Cupang
Memilih
indukan ikan cupang
Untuk memulai budidaya ikan
cupang, langkah pertama yang harus disiapkan adalah mendapatkan indukan atau
bibit berkualitas. Indukan yang baik sebisa
mungkin berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas
penyakit dan cacat bawaan. Simpan indukan jantan dan betina di tempat terpisah.
Tips
membedakan cupang jantan dan betina!
Jantan: gerakannya lincah, sirip dan ekor lebar
mengembang, warna cerah, tubuhnya lebih besar.
Betina: gerakannya lebih lamban, sirip dan ekor lebih
pendek, warna kusam, tubuh lebih kecil.
Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan dan
betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan.
Adapun ciri-ciri indukan yang telah menunjukkan siap kawin adalah sebagai
berikut.
Untuk cupang jantan:
§ Berumur
setidaknya 4-8 bulan
§ Bentuk
badan panjang
§ Siripnya
panjang dan warnanya terang atraktif
§ Gerakannya
agresif dan lincah
Untuk cupang betina:
§ Berumur
setidaknya 3-4 bulan
§ Bentuk
badan membulat, bagian perut sedikit buncit
§ Siripnya
pendek dan warnanya kusam tidak menarik
§ Gerakannya
lambat
Pemijahan
ikan cupang
Setelah indukan jantan dan
indukan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah dari baskom
plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas
plastik untuk tempat ikan cupang betina. Sediakan juga tumbuhan air seperti
kayambang.
Tempat yang diperlukan untuk pemijahan ikan cupang
Dalam satu kali perkawinan, ikan
cupang bisa menghasilkan hingga 1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas
dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Berdasarkan pengalaman para pembudidaya,
tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin
biasanya hanya dapat dipanen 30-50 ikan cupang hidup.
Indukan jantan bisa dikawinkan
hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan indukan
betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Bila dipaksakan, pada
perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin. Dimana
anakan ikan semakin didominasi kelamin betina.
Berikut langkah-langkah pemijahan ikan cupang:
§ Isi
tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10-15 cm. Seabagai catatan gunakan
air tanah atau air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dahulu air yang akan
dipakai setidaknya selama satu malam. Hindari penggunaan air dalam kemasan atau
air PAM yang berbau kaporit.
§ Tambahkan
kedalam wadah tersebut tanaman air, sebagai tempat burayak berlindung. Tapi
penempatan tanaman air jangan terlalu padat. Karena tanaman air berpotensi
mengambil oksigen terlarut yang ada dalam air.
§ Masukkan
ikan cupang jantan yang telah siap kawin. Biarkan ikan tersebut selama satu
hari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara.
Gunanya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi. Untuk memancing
si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina tetapi
dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening (bekas
gelas akua) dan benamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan berada.
§ Setelah
indukan jantan membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan
cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Ikan
cupang cukup sensitif ketika kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran atau
letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang dan suara bising.
§ Setelah
terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, karena yang bertanggung jawab
membesarkan dan menjaga burayak adalah cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan
akan memunguti telur yang telah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung
tadi. Apabila indukan betina tidak diangkat, maka telur-telur yang telah
dibuahi akan dimakan si betina.
§ Setelah
kurang lebih satu hari telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Selama 3 hari
kedepan burayak tidak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa
dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
§ Setelah
tiga hari terhitung sejak telur menetas, berikan kutu air (moina atau daphnia).
Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan
mengotori air dan menyebabkan kematian pada burayak.
§ Indukan
jantan baru diambil setelah burayak berumur 2 minggu terhitung sejak menetas.
Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air
yang lebih besar atau larva nyamuk.
§ Setelah
1,5 bulan, ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya. Kemudian
pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.
Pakan
ikan cupang
Pakan favorit yang biasa
diberikan pada ikan cupang adalah kutu air , cacing sutera dan larva nyamuk.
Pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3-4 kali sehari.
Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tapi
sering dari pada sekaligus banyak. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan
sisa pakan yang bisa mengakibatkan berkembangnya penyakit.
Kutu air bisa didapatkan di
selokan-selokan yang tergenang, atau membelinya dari toko akuarium. Kalau tidak
memungkinkan, kita bisa membudidayakan kutu air sendiri. Silahkan lihat
cara budidaya kutu
air daphnia dan moina.
Perawatan
ikan cupang
Seperti sudah dijelaskan
sebelumnya, ikan cupang relatif tahan banting. Bisa dipelihara dalam akuarium
tanpa menggunakan aerator. Ikan ini tahan terhadap kondisi air yang minim
oksigen. Walaupun begitu, disarankan untuk tetap menjaga kualitas air dengan
memberinya aerasi dan filter pembersih. Agar ikan bisa berkembang sempurna dan
selalu dalam kondisi bugar. Terutama untuk perawatan ikan kontes.
Tidak disarankan memelihara lebih
dari satu ikan cupang jantan yang telah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih
bila ukuran akuariumnya kecil dan tidak ada tempat berlindung. Ikan-ikan
tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tidak
mulus dan warnanya kurang keluar.
Khusus untuk ikan cupang aduan,
kita bisa memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasarkan beberapa
pengalaman, agar ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan
meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus
dalam kondisi siap menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat
tidak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.
Gantilah air yang terdapat dalam
wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran dan sisa pakan pada
dasar wadah. Penumpukan tersebut bisa menimbulkan penyakit bahkan kematian pada
ikan karena pencemaran air.
Komentar
Posting Komentar